Dalam buku karya Prof. Abdul Rozak dan Prof. H. Rosihon Anwar terkait ilmu Kalam, di halaman awal ada penjelasan begini : secara objektif, ilmu kalam sama dengan ilmu tauhid, tetapi argumentasinya lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika.(tertulis di halaman 20).
Maksud dari : ilmu kalam lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika itu bagaimana?
Jadi maksudnya adalah, secara substansi, dua-duanya sama-sama membahasa : keesaan Allah, kenabian, wahyu, hari akhir, Qadha' dan Qadar, hal-hal yang berkaitan dengan keimanan, karena itu secara objek kajian, keduanya bisa dikatakan sama, yaitu sama-sama ilmu tentang akidah Islam, lalu perbedaanya dimana? perbedannya adalah ada pada pendekatan. Disinilah letak perbedaannya.
Ilmu Tauhid, lebih bersifat Normatif, Tektual, berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadis, disampaikan secara doktrinal, misal Allah maha esa karena firman Allah dalam Qs. Al-Ikhlas. Pendekatannya langsung dari nash.
Sedangkan ilmu kalam, lebih bersifat: argumentatif, dialektis, menggunakan logika (mantiq), digunakan untuk membantah kelompok lain.

Posting Komentar untuk "Ilmu Tauhid dan Ilmu Kalam"