Pagi ini, di tengah rutinitas setibanya di kampus, saya menerima panggilan video call dari istri. Ia membawa sebuah kabar yang cukup membuat saya tertegun sekaligus terharu: kami baru saja menerima titipan rezeki sebesar satu juta rupiah dari orang tua salah satu mahasiswa bimbingan skripsi saya, Mbak Fatus.
Jika diingat kembali, intensitas pertemuan saya dengan Mbak Fatus sebenarnya tidaklah terlalu sering. Sejatinya, ia adalah mahasiswi yang sangat cerdas dan memiliki kapasitas yang mumpuni. Kendala utamanya bukanlah pada pemahaman materi, melainkan pada rasa percaya diri yang masih rapuh. Ia sering merasa ciut, ragu, dan dihinggapi ketakutan berlebih akan melakukan kesalahan dalam menyusun tugas akhirnya.
Melihat kondisi tersebut, peran saya saat itu lebih kepada mendampingi, meyakinkan, dan memantik kembali keberaniannya. Saya hanya menemani proses belajarnya agar ia bisa melangkah sendiri, dan memegang teguh prinsip untuk tidak mengambil alih perannya—apalagi menjadi joki skripsi.
Masyaallah, sungguh luar biasa cara Allah mengatur segalanya. Keikhlasan dalam mendampingi proses belajarnya ternyata dibalas dengan apresiasi yang sedemikian besar dari kedua orang tuanya. Ya Allah, segala puji dan syukur yang tak terhingga atas rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka ini. Sejak awal, niat kami murni hanya ingin mempermudah urusannya dalam menuntut ilmu, tanpa ada tendensi, pamrih, atau ekspektasi apa pun.
Teriring doa terdalam, semoga setiap tetes ilmu yang telah direngkuh oleh Mbak Fatus menjadi ilmu yang bermanfaat, senantiasa membawa keberkahan bagi langkahnya ke depan, dan berguna bagi banyak orang. Amin Ya Rabbal Alamin.
Posting Komentar untuk "Bekerjalah Lebih dari Bayaranmu, maka Suatu Hari Nanti, Engkau Akan dibayar Melebihi Kerjamu"