THE ART OF STOICSM



Hari ini saya keluar beli kitab di Kantor Tilawati Jember. Saat pulang, saya melewati Toku Buku Gramedia. Awalnya tidak mau mampir, tapi setelah beberapa lama saya berfikir, ah tidak ada salahnya mampir. 
Akhirnya saya mampir di Toko Gramedia lantai 2. Lantai satu bukan menyediakan buku, tapi Alat Tulis Kantor (ATK) dan sejenisnya. Saya langsung meluncur ke Lantai 2 untuk melihat buku-buku. On the spot, mata saya langsung tertuju di berbagai buku best selling. Salah satunya The art of Stoicsm.

Awalnya saya mengira, buku ini berbahasa Inggris, tapi ternyata bahasa Indonesia dan ini juga bukan buku terjemahan, tertulis nama penulisnya seperti nama orang Indonesia. Yaitu Adora Kinara. 

Buku itu tertulis judul The Art of Stoicsm, Kita Punya Kuasa Atas Hidup Kita. Lihat Covernya saya kurang tertarik, namun saya jadi teringat beberapa waktu lalu, ada mahasiswa Namanya Ivatu Sofia menghubungi saya via WhatsApp dan menanyakan apakah saya punya buku dengan judul The Art of Stoicsm. Saya jawab "NO", saya tidak punya itu. 

Teringat itu, akhirnya saya buka buku itu, dan mencoba membaca halaman demi halaman, namun masih terasa biasa. Saya lanjutkan hingga halaman akhir, ternyata ada satu halaman, dengan tulisan bergambar pada halaman 180, yang menggetarkan hati saya, di halaman itu tertulis:
"MENGHADAPI KEMATIAN, KITA TAK PERLU MENGUCAPKAN BANYAK KATA. HIDUP YANG BAIK ADALAH PERSIAPAN YANG BAIK." 
SENECA
Satu halaman itu, akhirnya menjadikan saya membeli buku itu. Sering sekali saya itu beli buku hanya karena satu halaman. Bahkan saya beli buku hanya karena Covernya saja, misalnya buku dengan judul : PACARAN DALAM KACAMATA ISLAM, Karya Abdurrohman Al-Mukaffi. Saya tertarik beli, hanya karena judulnya menarik, wah menarik nih, ada pacaran dalam islam, pikir saya, setelah dibeli, ternyata tidak ada pacaran dalam islam. Hmm, kecewa sebenarnya. 

Kembali ke kata-kata dari Seneca diatas, seringkali kita itu takut mati, takut nantinya tidak bisa menjawab pertanyaan munkar dan nakir, dibakar di neraka dan lain sebagainya. Namun aktifitas hidup kita tetap tidak berubah, tidak menambah ibadah, tetap malas shalat, dan ibadah lainnya. Melihat tulisan diatas, sebenarnya gampang kok menghadapi kematian itu, HIDUP YANG BAIK ADALAH PERSIAPAN YANG BAIK.  Dengan hidup yang baik, itu adalah persiapan yang paling baik. Itu sudah cukup, tidak perlu banyak cerita ini dan itu, takut dibakar di neraka dan lain sebagainya, tapi hiduplah yang baik. 

Tulisan diatas, sangat sederhana, tapi itu benar-benar telah menyadarkan hati saya. Menghadapi kematian ternyata mudah, hidup yang baik adalah kuncinya. Semoga kita bisa hidup dengan baik, tidak menyakiti tetangga, amal shalih, ibadah tepat waktu, dan lain sebagainya, itulah cara menghadapi kematian yang paling baik. Semoga manfaat dan berkah. Amiin. 

The Art of Stoicsm



Posting Komentar untuk "THE ART OF STOICSM"