TUJUAN MEMBACA يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Kita tahu bahwa di Pesantren Al-Qodiri, sebelum dimulainya pembacaan Manaqib, para jamaah memulai dengan membaca يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ (Yā Arhamar Rāhimīn). Syi’ir atau wirid ini dikarang oleh Habib Abdullah bin Husain bin Thahir, pengarang kitab Sulam at-Taufīq.
Lalu, mengapa hal itu dilakukan? Berikut penjelasannya.
A. Dasar Membaca Yā Arhamar Rāhimīn
Memperbanyak membaca kalimat يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ karena dengan itulah doa Nabi Ayyub `alayhissalām dikabulkan oleh Allah Swt.
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, ‘Sesungguhnya aku telah ditimpa kemudaratan, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.’”
(QS. Al-Anbiyā’: 83)
B. Pendapat Ulama tentang “Kemudaratan” Nabi Ayyub As.
Para ulama berbeda pendapat tentang makna “tertimpa kemudaratan” yang disebut dalam ayat tersebut. Di antara pendapat-pendapat itu adalah sebagai berikut:
-
Nabi Ayyub As. hendak salat, tetapi tidak mampu bergerak karena penyakitnya.
-
Beliau mengakui kelemahannya, namun hal itu tidak termasuk menghilangkan kesabarannya.
-
Wahyu terputus darinya selama 40 hari.
-
Ulat jatuh dari dagingnya, lalu beliau mengambilnya dan meletakkannya kembali pada tubuhnya. Ulat itu pun memakannya dengan lahap, hingga beliau berseru: “Wahai Tuhanku, aku tertimpa kemudaratan.”
-
Ulat memakan seluruh tubuhnya, tetapi beliau tetap bersabar, hingga ulat itu sampai ke hatinya, maka beliau memanggil Tuhannya.
-
Iblis menyuruh istrinya agar bersujud kepadanya supaya Nabi Ayyub As. sembuh dari penyakitnya. Nabi Ayyub As. pun berdoa karena takut istrinya kehilangan imannya.
-
Nabi Ayyub As. dicela oleh kaumnya.
C. Doa Nabi Ayyub As. Dikabulkan
Maka Allah Swt. mengabarkan bahwa Dia mengabulkan doa Nabi Ayyub As.:
“Maka Kami kabulkan doanya, lalu Kami lenyapkan penderitaan yang menimpanya, dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, serta Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan peringatan bagi orang-orang yang beribadah kepada Kami.”
(QS. Al-Anbiyā’: 84)
Penjelasan ini, bisa di cek di Tafsir Fathul Qadīr, karya Asy-Saukani.
D. Hadis tentang Keutamaan Membaca Yā Arhamar Rāhimīn
Dari Abu Umamah ra. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw.:
“Sesungguhnya Allah Swt. memiliki malaikat yang mewakili orang yang membaca Yā Arhamar Rāhimīn. Barang siapa yang membacanya tiga kali, maka malaikat yang mewakili berkata:
‘Sesungguhnya Dzat Yang Maha Belas Kasih telah menghadap kepadamu dengan kasih sayang dan kelembutan, siap mengabulkan doa. Maka mintalah, niscaya akan dikabulkan.’”
(HR. Imam al-Hakim, dinyatakan shahih)
(Faidul Qadīr, Syarah al-Jāmi‘ ash-Shaghīr, Juz II, Halaman 609)
E. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
-
Doa Nabi Ayyub As. dikabulkan oleh Allah Swt. karena beliau menyebut يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
-
Kemustajaban doa Nabi Ayyub As. bukan hanya berlaku untuk beliau, tetapi juga untuk siapa pun yang memanjatkan doa dengan kalimat tersebut, sebagaimana firman Allah:
وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ
(“Dan sebagai peringatan bagi orang-orang yang beribadah.”) -
Kalimat Yā Arhamar Rāhimīn sangat istimewa, sampai-sampai Allah Swt. menugaskan malaikat khusus yang mewakili pembacanya.
-
Barang siapa membaca Yā Arhamar Rāhimīn sebanyak tiga kali, maka malaikat tersebut akan berkata bahwa Allah Swt., Dzat Yang Maha Penyayang, telah “menghadap” kepadanya. Maka mintalah, niscaya akan dikabulkan.
-
Berdasarkan lahiriah hadis tersebut, disunnahkan berdoa setelah membaca Yā Arhamar Rāhimīn sebanyak tiga kali.
F. Praktik dalam Istighotsah
Dari sinilah bacaan يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ diambil dasarnya oleh para ulama. Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali pada setiap bait agar malaikat yang mewakili semakin banyak. Terlebih jika jamaahnya mencapai ribuan orang, maka bentuk bacaannya adalah sebagai berikut:
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ فَرِّجْ عَلَى الْمُسْلِمِينَ
Artinya:
“Wahai Dzat yang paling kasih di antara yang mengasihi (3×),
Bebaskanlah (dari kesusahan) kaum Muslimin.”
Posting Komentar untuk "TUJUAN MEMBACA "YAA ARHAMAR ROHIMIN""