Soal UAS Tarbiyatul Manaqib Kelas 1 G

 

 

1.Anda telah berpartisipasi dalam Dzikir Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, baik secara langsung di Pesantren Al-Qodiri atau melalui platform virtual. Lakukan analisis mendalam terhadap susunan acara Dzikir Manaqib tersebut, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Identifikasi dan uraikan secara sistematis setiap tahapan acara, termasuk bacaan-bacaan yang dilantunkan di setiap sesi. Evaluasi bagaimana setiap elemen dalam susunan acara tersebut berkontribusi pada pengalaman spiritual dan pemahaman peserta terhadap ajaran Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

2.Ada tiga macam tawasul yang utama dan disepakati sebagian besar ulama, yaitu: (1) Tawasul dengan Amalan Saleh (seperti bersedekah, berselawat); (2) Tawasul dengan Asmaul Husna dan Sifat Allah (seperti menyebut Allah sebagai "Ar-Rahman" saat meminta rahmat); dan (3) Tawasul dengan Doa Orang Saleh yang Masih Hidup (meminta orang saleh untuk mendoakan kita). Jelaskan ketiga jenis tawasul ini secara mendalam, termasuk dalil-dalil yang mendukungnya, contoh-contoh praktisnya, serta adab-adab yang perlu diperhatikan dalam melakukannya.

3.Partisipasi dalam majelis manaqib seringkali didorong oleh keinginan untuk memperoleh barokah. Lakukan analisis mendalam terhadap konsep barokah dalam Islam, meliputi definisi, sumber-sumber, dan manifestasinya dalam kehidupan. Telaah motivasi individu dalam mencari barokah melalui majelis manaqib. Evaluasi dampak nyata dari keyakinan terhadap barokah terhadap perilaku sosial, ekonomi, dan spiritual individu dan masyarakat.

4.Analisislah perbedaan pandangan yang berkembang di tengah umat Islam terkait Shalawat Nariyah, yang oleh sebagian kalangan dipandang sebagai amalan yang memiliki keutamaan dalam melancarkan rezeki, membuka pintu kebaikan, mengabulkan hajat, serta menjadi wasilah pelepas kesusahan sehingga dikenal pula dengan sebutan Shalawat Tafrijiyah. Di sisi lain, terdapat kelompok yang menolak praktik tersebut dengan alasan tertentu dan bahkan menganggapnya sebagai bentuk bid‘ah. Berdasarkan uraian tersebut, jelaskan alasan yang melatarbelakangi sikap kelompok yang mendukung dan kelompok yang menentang Shalawat Nariyah. Selanjutnya, analisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan pandangan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan pemahaman terhadap konsep bid‘ah dan tawassul. Akhiri jawaban Anda dengan kesimpulan kritis yang mencerminkan sikap moderat dan bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat di kalangan umat Islam.


1 komentar untuk "Soal UAS Tarbiyatul Manaqib Kelas 1 G"

Baharudin Yusuf Habibi 11 Januari 2026 pukul 06.06 Hapus Komentar
Nama : Baharudin Yusuf Habibi
Kls : 1G
Nim : 251269047
Matkul : Tarbiyatul Manaqib
Pengampu Dosen : Fikri Farikhin, M. Pd. I
Tugas : UAS Semester 1

1. Struktur dan Makna Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
a. Pembukaan (basmalah, hamdalah, shalawat)
Membangun suasana sakral dan menghadirkan kyai/guru sebagai pusat sanad spiritual.
b. Tawassul dan istighatsah
Menghubungkan jamaah dengan jaringan spiritual para nabi dan wali, menumbuhkan kesadaran bahwa doa bersifat kolektif dan bersanad.
c. Dzikir dan shalawat
Berfungsi sebagai tazkiyatun nafs(penyucian jiwa) dan pemusatan hati kepada Allah.
d. Pembacaan manaqib
Menanamkan teladan akhlak, keikhlasan, dan kezuhudan Syekh Abdul Qadir sebagai model insan kamil.
e. Doa penutup
Puncak spiritual, karena hati telah disiapkan secara ruhani.
Seluruh rangkaian ini membentuk pengalaman spiritual yang utuh: membersihkan jiwa, menanamkan teladan, dan menguatkan harapan kepada Allah.

2. Tiga Bentuk Tawassul
a. Tawassul dengan amal saleh
Seperti sedekah dan shalat. Dalilnya kisah tiga orang di gua (HR. Bukhari-Muslim).
b. Tawassul dengan Asmaul
Berdasarkan QS. Al-A’raf: 180, berdoa dengan menyebut nama dan sifat Allah.
c.Tawassul dengan doa orang saleh
Seperti sahabat meminta Nabi atau Umar meminta Abbas berdoa saat kemarau.
Adab tawassul: tetap meyakini bahwa hanya Allah yang mengabulkan, tawassul hanya sebagai perantara.

3. Barokah dalam Majelis Manaqib
Barokah adalah bertambahnya kebaikan dari Allah,
Majelis manaqib diyakini menghadirkan barokah karena berisi: dzikir, shalawat, doa, keteladanan wali
Dampaknya:
a. Spiritual:iman lebih kuat
b. Sosial:akhlak lebih baik
c. Ekonomi:hidup terasa cukup dan tenang

4. Perbedaan Pandangan tentang Shalawat Nariyah
a. Pendukung:
Menganggapnya sebagai dzikir dan shalawat yang sah serta sarana mendekatkan diri kepada Allah.
b. Penolak:
Khawatir terjadi keyakinan berlebihan seolah shalawat itu sendiri menjamin terkabulnya hajat.
c. Akar perbedaan:
Perbedaan pemahaman tentang bid’ah dan tawassul
d. Sikap moderat:
Shalawat Nariyah boleh diamalkan sebagai dzikir, selama diyakini bahwa yang memberi manfaat hanyalah Allah, bukan bacaan itu sendiri.