1. Andaikan Anda ditugaskan untuk
mengembangkan instrumen asesmen (misalnya, tes atau rubrik) untuk mengukur
kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Fiqh. Bagaimana Anda akan
memastikan bahwa instrumen yang Anda buat memiliki validitas (ketepatan) dan
reliabilitas (keandalan) yang tinggi? Jelaskan langkah-langkah konkret yang
akan Anda lakukan, serta jenis-jenis validitas dan reliabilitas yang akan Anda
uji.
2. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan penilaian formatif dan penilaian sumatif dalam konteks pembelajaran.
Berikan contoh konkret bagaimana masing-masing jenis penilaian ini dapat
diterapkan dalam mata pelajaran yang Anda kuasai, serta bagaimana hasil penilaian
tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
3. Dalam pembelajaran, terdapat
tiga ranah utama yang perlu dinilai: kognitif, afektif, dan psikomotor. Anda
adalah seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Berikan contoh konkret
bagaimana Anda akan menilai masing-masing ranah tersebut dalam pembelajaran
PAI, serta jenis instrumen penilaian apa yang akan Anda gunakan untuk setiap
ranah tersebut.
4. Penggunaan teknologi (misalnya,
aplikasi kuis online, platform e-learning) semakin populer dalam evaluasi
pembelajaran. Analisislah dampak positif dan negatif penggunaan teknologi dalam
evaluasi pembelajaran. Apakah teknologi selalu meningkatkan kualitas evaluasi
pembelajaran, atau justru dapat menimbulkan masalah baru? Bagaimana cara
memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab dalam evaluasi
pembelajaran?
5. Sebutkan dan jelaskan
prinsip-prinsip utama dalam evaluasi pembelajaran. Mengapa prinsip-prinsip ini
penting untuk diperhatikan dalam setiap kegiatan evaluasi? Selain itu, jelaskan
arti penting evaluasi pembelajaran secara keseluruhan, baik bagi guru, siswa,
maupun lembaga pendidikan.
3 komentar untuk "Latihan Soal UAS EVALUASI PEMBELAJARAN"
2. Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi. Contoh : guru memberi kuis singkat atau hanya tanya jawab setelah membahas materi. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan di akhir pembelajaran untuk menilai hasil belajar secara keseluruhan. Contoh : Ujian akhir bab fiqih tentang shalat
3. Ranah kognitif (pengetahuan) Dinilai dari pemahaman siswa terhadap materi, misalnya materi rukun shalat atau hikmah puasa. Ranah afektif (sikap) Dinilai dari sikap religius dan perilaku siswa, misalnya sikap sopan, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab saat pembelajaran PAI. Ranah psikomotorik (keterampilan) Dinilai dari kemampuan praktik, misalnya praktik wudu atau shalat sesuai tuntunan.
4. Menurut saya, teknologi tidak selalu otomatis meningkatkan kualitas evaluasi. Teknologi hanyalah alat; kualitas evaluasi tetap ditentukan oleh tujuan, instrumen, dan cara guru menggunakannya. Agar efektif dan bertanggung jawab, guru perlu memilih platform yang sesuai, membuat soal yang bermakna, mengombinasikan evaluasi daring dan luring, serta memastikan kejujuran dan keadilan dalam penilaian.
5. Prinsip utama evaluasi
1. Valid → penilaian harus sesuai dengan tujuan dan materi yang diajarkan.
2. Objektif → penilaian dilakukan secara adil, tidak dipengaruhi subjektivitas guru.
3. Adil → semua siswa mendapat kesempatan dan perlakuan yang sama.
4. Berkelanjutan → evaluasi dilakukan terus-menerus, bukan hanya di akhir.
5. Transparan → kriteria dan hasil penilaian jelas bagi siswa.
Pentingnya evaluasi
* Bagi guru, evaluasi membantu mengetahui keberhasilan metode mengajar.
* Bagi siswa, evaluasi membantu mengetahui kemampuan dan kekurangannya.
* Bagi lembaga pendidikan, evaluasi menjadi bahan perbaikan mutu dan kebijakan pendidikan.
2. Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi. Contoh : guru memberi kuis singkat atau hanya tanya jawab setelah membahas materi. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan di akhir pembelajaran untuk menilai hasil belajar secara keseluruhan. Contoh : Ujian akhir bab fiqih tentang shalat
3. Ranah kognitif (pengetahuan) Dinilai dari pemahaman siswa terhadap materi, misalnya materi rukun shalat atau hikmah puasa. Ranah afektif (sikap) Dinilai dari sikap religius dan perilaku siswa, misalnya sikap sopan, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab saat pembelajaran PAI. Ranah psikomotorik (keterampilan) Dinilai dari kemampuan praktik, misalnya praktik wudu atau shalat sesuai tuntunan.
4. Menurut saya, teknologi tidak selalu otomatis meningkatkan kualitas evaluasi. Teknologi hanyalah alat; kualitas evaluasi tetap ditentukan oleh tujuan, instrumen, dan cara guru menggunakannya. Agar efektif dan bertanggung jawab, guru perlu memilih platform yang sesuai, membuat soal yang bermakna, mengombinasikan evaluasi daring dan luring, serta memastikan kejujuran dan keadilan dalam penilaian.
5. Prinsip utama evaluasi
-Valid → penilaian harus sesuai dengan tujuan dan materi yang diajarkan.
-Objektif → penilaian dilakukan secara adil, tidak dipengaruhi subjektivitas guru.
-Adil → semua siswa mendapat kesempatan dan perlakuan yang sama.
-Berkelanjutan → evaluasi dilakukan terus-menerus, bukan hanya di akhir.
-Transparan → kriteria dan hasil penilaian jelas bagi siswa.
Pentingnya evaluasi
-Bagi guru, evaluasi membantu mengetahui keberhasilan metode mengajar.
-Bagi siswa, evaluasi membantu mengetahui kemampuan dan kekurangannya.
-Bagi lembaga pendidikan, evaluasi menjadi bahan perbaikan mutu dan kebijakan pendidikan.
NIM : …
Prodi : PAI
Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Fikri Farihah, M.Pd.I
Hari/Tanggal : Rabu, 07 Januari 2026
Jawaban
Saya akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Menentukan indikator berpikir kritis
Menentukan secara jelas indikator berpikir kritis dalam Fiqh.
Menyusun kisi-kisi soal
Menyusun kisi-kisi soal berbasis kasus dan rubrik penilaian.
Menjamin Validitas Instrumen
1. Validitas Isi (Content Validity)
Mengacu pada CP/KI-KD atau capaian pembelajaran
Meminta expert judgment (guru PAI/dosen) untuk menilai kesesuaian indikator, materi, dan butir soal
Melakukan revisi instrumen berdasarkan saran ahli
2. Validitas Konstruk (Construct Validity)
Memastikan setiap butir soal mengukur aspek berpikir kritis
Bukan sekadar hafalan hukum
Mengelompokkan soal berdasarkan aspek berpikir kritis
3. Validitas Empiris (Validitas Butir)
Mengujicobakan instrumen kepada siswa
Menganalisis hasil uji coba
Memperbaiki atau menghapus butir soal yang tidak valid
Menjamin Reliabilitas Instrumen
1. Reliabilitas Internal
Menghitung konsistensi antar soal
Menggunakan Alpha Cronbach
2. Reliabilitas Antarpenilai
Menggunakan rubrik penilaian yang jelas dan operasional
Melibatkan dua atau lebih penilai
3. Reliabilitas Tes Ulang
Mengadministrasikan tes pada waktu yang berbeda
Membandingkan hasil tes pertama dan kedua
4. Dampak Penggunaan Teknologi dalam Evaluasi Pembelajaran
Dampak Positif
Efisiensi dan kecepatan
Umpan balik instan
Pengelolaan data yang lebih baik
Dampak Negatif
Kesenjangan akses teknologi
Ketergantungan teknologi
Masalah teknis
Cara memanfaatkannya (pemanfaatan):
Menjamin keadilan akses bagi seluruh siswa
Menyesuaikan penggunaan teknologi dengan tujuan dan karakteristik materi
5. Prinsip-prinsip Utama dalam Evaluasi Pembelajaran
Validitas
Reliabilitas
Objektivitas
Keadilan
Keterpaduan
Kontinuitas
Praktis dan ekonomis
6. Arti Penting Evaluasi Pembelajaran
Bagi Guru
Menjadi dasar perbaikan metode dan strategi mengajar
Bagi Siswa
Mengetahui capaian belajar dan kekurangan diri