Maksudnya: Aspek Psikologis dalam Administrasi Tes
Administrasi tes tidak hanya teknis, tetapi juga melibatkan psikologi peserta tes.
Ada 3 pertimbangan psikologis yang perlu diperhatikan:
1. Pelatihan & Praktik (Training and Practice)
Maksudnya:
-
Peserta tes perlu latihan sebelum ujian agar tidak cemas.
-
Semakin sering latihan, semakin siap secara mental.
-
Latihan mengurangi rasa takut, bingung, atau panik.
-
Tes percobaan (try out) meningkatkan kepercayaan diri peserta.
Contoh:
Siswa yang sudah berkali-kali latihan soal akan lebih tenang saat ujian sesungguhnya.
2. Response Set
Ini istilah psikologi.
Response set = kecenderungan seseorang menjawab soal dengan pola tertentu yang tidak sesuai dengan isi soal.
Contohnya:
-
Menjawab cepat tanpa membaca soal (asal klik).
-
Selalu memilih jawaban “C”.
-
Mengikuti teman.
-
Menebak tanpa pertimbangan.
Akibatnya:
Jawaban tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya, sehingga tes jadi kurang valid.
3. Standar Administrasi & Scoring
Maksudnya:
-
Tes harus dilaksanakan dengan prosedur yang sama untuk semua peserta.
-
Pengawas harus memberi instruksi yang sama.
-
Waktu harus adil.
-
Penilaian (scoring) harus objektif dan mengikuti standar.
Ini penting agar:
-
tidak ada peserta yang lebih diuntungkan,
-
hasil tes bisa dipercaya,
-
tidak ada bias psikologis dari guru/pengawas.
Contoh:
Jika satu kelas diberi waktu lebih lama daripada kelas lain, itu tidak adil.
Kesimpulan Singkat
Aspek psikologis dalam administrasi tes berarti memperhatikan:
-
Kesiapan mental peserta melalui latihan
-
Pola perilaku menjawab yang bisa merusak validitas tes
-
Standar pelaksanaan & penilaian agar adil dan objektif
Posting Komentar untuk "Maksudnya: Aspek Psikologis dalam Administrasi Tes"